OSCE adalah ujian komprehensif yang melibatkan tindakan nyata dari peserta ujian, tidak seperti CBT yang murni menjawab pertanyaan tertulis di soal. Sejak tahun 2013, UKMPPD (sewaktu itu dikenal sebagai UKDI) menambahkan OSCE dalam rangkaian UKMPPD. Ujian yang menuntut tindakan dan interaksi langsung dengan pasien, tentunya membutuhkan persiapan khusus. Sekali lagi, bimbingan OSCE dari Ingenio fokus kepada pola pikir komprehensif. Seringkali bimbingan OSCE hanya fokus pada bagaimana melakukan sebuah tindakan dengan benar, dan tindakan itu saja. Menurut Ingenio, OSCE adalah integrasi dari pola pikir dan penanganan pasien dari awal anamnesis hingga penulisan resep yang mempertimbangkan interaksi obat dan gaya hidup. Itulah mengapa masing-masing dari 10 station bimbingan OSCE Ingenio akan menuntut peserta didik untuk:
a. menyelesaikan suatu kasus lengkap dari awal hingga akhir
b. memahami makna dari anamnesis maupun tindakan yang dilakukan
c. menghubungkan tindakan dari awal hingga akhir
d. melihat tindakan bukan hanya sebagai tindakan, tetapi terdapat alasan, tujuan, dan kesinambungan dengan bagian lain. Selain itu, bimbingan OSCE Ingenio akan memberikan eksklusivitas bagi peserta dengan sistem satu orang satu manekin (one on one). Dengan cara ini, diharapkan peserta didik akan mendapat paparan yang cukup dengan manekin untuk menyempurnakan skill dan lege artis mereka sebagai seorang dokter.
Lama : 5 hari
Jumlah station : 10
Jumlah materi diberikan: ± 20
Waktu tiap station : 90 menit
1 manekin untuk 1 orang
Biaya : Rp. 1.500.000,-

Berikut adalah contoh dari beberapa kelas OSCE yang sudah berlangsung di Ingenio.

Kelas OSCE Station Mata: Skill Koreksi Visus dan Buta Warna
Station mata ini didesain untuk memberikan peserta didik pengertian yang komprehensif dari awal sampai akhir tentang cara melakukan koreksi visus. Seringkali, selama dunia pendidikan profesi, peserta didik mendapatkan bagian koreksi visus secara terpisah-pisah. Anamnesa, pemeriksaan visus, dan penulisan resep kacamata masing-masing didapat secara terpisah. Inilah mengapa seringkali setelah melewati pendidikan profesi pun, seorang dokter muda belum menguasai secara baik alur proses pemeriksaan visus, karena pola pikir mereka terbagi-bagi tiap tindakan. Di station  ini, Ingenio mengajarkan bagaimana melakukan koreksi visus secara lengkap, mulai dari:
a.  Anamnesa
b.  Pemeriksaan visus dengan lensa
c.  Pin-hole test
d.  Interpretasi visus mata kanan dan kiri
e.  Penulisan resep kacamata yang baik dan benar.
Station ini juga mengajarkan bagaimana melakukan interpretasi yang tepat penyakit buta warna.  Pemeriksaan dengan buku Ishihara untuk mengetahui buta warna memang sangat mudah dilakukan.  Namun yang seringkali disalah mengerti adalah bahwa interpretasi hasilnya tidak sesederhana itu.  Masing-masing gambar memiliki interpretasi untuk mengetahui apakah seseorang mengalami buta  warna sebagian, atau total, ataupun normal. Hal ini juga yang diajarkan dengan lengkap dalam  station OSCE Mata dari Ingenio Learning Center.
Untuk setiap periode pelatihan OSCE, Ingenio memberikan berbagai jenis kasus komprehensif  seperti ini, seperti glaukoma (mulai dari anamnesa, pemeriksaan lapang pandang, tonometri Schiotz,  hingga penulisan resep), konjungtivitis gonorrhoe neonatal, trauma okuli kimiawi, dan lain-lain. Kelas OSCE Station Neurologi: Kasus Stroke Thrombosis Station OSCE Neurologi yang terlihat pada gambar ini memberikan kasus berupa stroke thrombosis.
Station ini menuntut peserta didik untuk menguasai banyak hal, seperti:
1.  Anamnesa
2.  Pemeriksaan mulai dari:
a.  Pemeriksaan afasia
b.  Pemeriksaan reflek fisiologis
c.  Pemeriksaan reflek patologis
d.  Pemeriksaan nervus kranialis
3.  Permintaan pemeriksaan penunjang
4.  Pembacaan hasil CT-scan
5.  Penulisan resep dan planning terapi
6.  Edukasi rehabilitasi pasien
Selesai dari pelatihan OSCE di station ini, peserta didik diharapkan mampu mengambil benang  merah dari masing-masing tindakan dan mengerti alur pikir komprehensif dalam menghadapi kasus  stroke thrombosis. Selain kasus stroke, Ingenio juga menyediakan kasus lain seperti Tarsal Tunnel Syndrome, Hernia Nucleus Pulposus, nyeri kepala dari berbagai tipe, dan lain-lain.