Ingenio Learning Center berdiri pada tahun 2013, dipelopori oleh empat orang dokter yang  baru saja menyelesaikan UKDI (sekarang  UKMPPD).  Keempat dokter tersebut adalah dr. Aji Bayu  Wicaksono, dr. Andika Agus Setiawan, dr. Natanael Untario, dr. Ratih Paramita Suprapto, dengan dr.  Natanael sebagai kepalanya.  Dengan mengamati fenomena-fenomena terkait UKDI, mulai dari  banyaknya peserta yang gagal hingga keberadaan bimbingan persiapan UKDI yang hanya berfokus  pada soal, maka empat orang dokter tersebut mendirikan bimbingan UKDI di kota Malang. Ingenio  bertujuan untuk menjadi bimbingan UKDI yang berfokus pada pola pikir yang benar, bukan hanya sekedar soal, karena dengan pola pikir yang benar maka semua soal dapat dijawab dengan baik.
Pada awal berdirinya, Ingenio membimbing 17  calon  sejawat dalam persiapan UKDI yang  berasal dari Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Hang Tuah Surabaya. Bimbingan diadakan di tempat tinggal salah seorang tutor. Debut Ingenio dengan 17 peserta tersebut mencapai angka  kelulusan yang sangat memuaskan menjadikan nama Ingenio dikenal oleh sejawat lainnya.  Sejak saat  itu, Ingenio berkembang dengan sangat  pesat dan dipercayakan lebih banyak sejawat.  Peserta yang mulanya hanya berasal dari kota Surabaya dan Malang, kemudian berkembang dengan bertambahnya peserta dari kota Jember, Yogyakarta, Bali, hingga Balikpapan dan Makassar.

Dalam kurun waktu 3 tahun, Ingenio telah membantu ±2.000 sejawat untuk lulus UKDI dan menjadi
dokter yang lebih baik. Sejawat tersebut berasal dari berbagai universitas seperti:
1.  Universitas Airlangga (Surabaya)
2.  Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Surabaya)
3.  Universitas Hang Tuah (Surabaya)
4.  Universitas Brawijaya (Malang)
5.  Universitas Muhammadiyah Malang
6.  Universitas Islam Malang
7.  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
8.  Universitas Udayana (Denpasar)
9.  Universitas Hasanuddin (Makassar)
10.  Universitas Muslim Indonesia (Makassar)
11.  Universitas Syiah Kuala (Banda Aceh)
12.  Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin)
13.  Universitas Mulawarman (Samarinda)
14.  Universitas Sam Ratulangi (Manado)
Kini, dalam program studi pendidikan dokter Ingenio tidak hanya mempersiapkan sejawat untuk menghadapi UKMPPD, namun juga pendidikan mahasiswa kedokteran preklinik, dan persiapan mahasiswa menuju co-asst. Selain itu, Ingenio juga memiliki program persiapan UKMP2DG untuk sejawat calon dokter gigi di Indonesia. Semua hal ini kami lakukan untuk memberikan warna positif
dalam dunia kesehatan Indonesia.
Hingga hari ini, Ingenio masih terus bekerja membantu sejawat sekalian, bukan hanya untuk lulus  ujian kompetensi, namun juga untuk menjadi dokter yang lebih baik. Lulus  ujian kompetensi tidaklah sulit. Dengan pola pikir yang tepat, m aka sejawat pasti akan berhasil. Itulah motto kami, “It’s not that hard, seriously!”